4 Season (SUMMER)

Title: 4 Season (SUMMER)
Author: Patriciawynne
Cast:
•Jessica Jung (SNSD)
•Choi Minho (SHINee)
Genre: Romance, Sad (kalo bisa)
Other: Ff ini entah terinspirasi dari mana, pas bikin poster tau-tau langsung muncul aja ceritanya.. Sebenernya author hampir kehilangan inspirasi cerita ini, eh tiba-tiba muncul lagi.. Semoga ga ngebosenin yah! Happy Reading, Please Comment and Don’t Be A Silent Reader 🙂

Image
——————————————————-

“Minho-ya!” Teriak Jessica saat memasuki kamar rumah sakit itu
“Ah, Noona! Kau sudah datang?” Tanya seorang namja yang bernama Minho sambil menurunkan buku yang sedang dibacanya
“Ne, ini buket buah dan bunga untukkmu” ucap Jessica sambil menaruh buket buah dan bunga itu di meja
“Noona.. Sekarang bulan apa?” tanya Minho sambil mencoba melihat kalender.
“Hm.. Bulan Juni, wae?” ucap Jessica sambil melihat handphonenya
“Juni? Berarti sekarang musim panas?!” Teriak Minho sambil tersenyum lebar
“Ya! Jangan berteriak! Waeyo kalau sekarang musim panas?” ucap Jessica sambil menutup telinganya
“Noona! Kajja kita main basket!” Ucap Minho sambil beranjak turun dari ranjangnya
“Mwo?! Ya.. Sekarang musim panas dan kau mau bermain basket? Minho-ya.. Perhatikan kondisi kesehatanmu, lagipula pasti lapangan akan panas dan kau tau kan aku benci panas dan-.. Ya!!! Dengarkan aku kalau berbicara!” Teriak Jessica sambil mengejar Minho yang sudah berlari keluar kamarnya.

“Noona! Ini tidak sepanas yang kau kira kok! Ppali kita main” teriak Minho saat melihat Jessica keluar dari rumah sakit menuju lapangan tempat Minho berada.
“Minho-yaa.. Tapi kondisimu bagaimana? Kau kan tidak boleh berlama-lama dimatahari karena kondisimu dan lagi kau tidak boleh kecapaian” teriak Jessica sambil mendekati Minho.
“Noona tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja.. Lagipula kita hanya bermain sebentar…. Shoot! 1 poin untukku noona” ucap Minho sambil melempar bola basket ke dalam ring.
“Eng….. 1 jam saja okey? Yaksok!” Ucap Jessica sambil mengeluarkan jari kelingkingnya.
“Ne noona.. 1 jam..” Jawab Minho sambil melilitkan kelingkingnya ke arah jari Jessica.

Setelah itu mereka pun bermain sampai hari hampir menjelang sore tapi ternyata matahari masih terus ingin bersinar sehingga udaranya pun sangat panas. Jessica yang merasa kepanasan segera berhenti bermain.

“Noona.. I win! Kau sangat payah bermain basket” ucap Minho ikut duduk disebelah Jessica.
“Ya, ini musim panas.. Dan sekarang sangatlah panas, kau yakin kau tidak apa-apa?” Jawab Jessica sambil meneguk segelas air.
“Ne! Aku menjadi lebih sehat saat berolahraga, bahkan mungkin penyakitku bisa sembuh karena olahraga” ujar Minho sambil berdiri dan tersenyum
“Ne?! Micheoseo? Tapi kau tidak boleh berlama-lama dengan matahari Minho.. Apalagi sekarang musim panas! Dan lagi pula, kau tidak boleh terlalu kecapaian! Changkkaman! Sekarang jam berapa?” Ucap Jessica sambil memperhatikan handphonenya.
“Mwoya! Sekarang sudah jam 3 sore! Minho-ya! Kau tidak boleh terlalu capek! Kajja kita masuk! Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu!” Teriak Jessica sambil menarik Minho masuk.
“Aah! Noona.. Shireo! Aku masih ingin bermain” namun usaha Minho untuk kabur gagal, karena Jessica memegang tangan Minho dengan erat.

Sampai diruang rawat Minho, seorang suster sudah menunggunya untuk melakukan check up
“Jessica agasshi.. Minho harus melakukan check up, tapi tadi kalian kemana?” Ucap suster itu saat melihat Jessica masuk dan menarik Minho.
“Ne sus, mianhe, tadi dia ngotot mau bermain basket” jawab Jessica sambil mendudukkan Minho di ranjang rawatnya.

“Sica noona.. Sekarang sudah hampir sore, kau tidak pulang?” Tanya Minho saat melihat jam dinding yang menunjukkan angka setengah 5.
“Ah, kau benar, gurae! Aku pulang dulu.. Ah Minho-ya! Besok kita akan berolahraga lagi, tapi ingat! Tidak lebih dari 1 setengah jam dan kau jangan terlalu kecapaian! Arra?!” Ucap Jessica sambil mengambil tas tentengnya.
“Ne noona.. Aku akan menunggumu. Annyeong!” Jawab Minho sambil duduk diranjang rawatnya karena dia sedang melakukan check up.

Ya, Minho adalah salah satu pasien rumah sakit yang mungkin penyakitnya tidak bisa disembuhkan, bahkan dia hampir saja tidak terselamatkan karena menolak untuk operasi. Tetapi semenjak dia mengenal Jessica dia mulai berani untuk melakukan operasi dan segala macam perawatan, tentunya dengan Jessica disampingnya hidupnya mulai berwarna. Setelah dia dikhianati oleh Krystal, mantan pacarnya dan orangtuanya tidak perduli padanya. Tapi berkat Jessica yang selalu berada disampingnya, dia mulai merasakan namanya hidup.

Jessica pov

Drrtt.. Drrtt..

From: Minho
Noona! Cepat selesaikan kuliahmu dan kita bermain basket lagi.. Aku bosan.. Suster disini tidak membiarkanku keluar sebelum kau datang sob sob (╥_╥)

Aigo.. Ada-ada saja anak ini.. Sudah tau penyakitnya tapi tetap saja ngotot untuk berolahraga, tapi biarlah, asalkan dia bisa menjaga dirinya dan dia tidak stres..

To: Minho
Changkkaman.. Mungkin setengah jam lagi aku akan kesana.. kau bisa bermain dulu sampai aku datang, tapi ingat! Jangan terlalu capai dan jangan terlalu lama dimatahari, kau bisa sakit lagi! ㅋㅋㅋ

From: Minho
Jeongmalyo?! Gurae noona!! Kau memang sangat baik! Aku akan menunggumu sampai kau datang.. Cepatlah datang noona.. Bermain sendiri itu tidak enak loh.

To: Minho
Ne, ingat pesanku! Awas kau kalau terjadi apa-apa denganmu.

Send.

Akhirnya dosen itu keluar juga, sungguh lama sekali saat pelajarannya dia. Kira-kira Minho terlalu lama tidak yah bermain basket?

“Jessica-sshi!” Teriak sonsaengnim sambil berlari kearahku
“Annyeonghaseyo sonsaengnim.. Waeyo?” ucapku sambil membungkuk
“Rumahmu dekat dengan Yoona kan? Ini aku minta tolong untuk memberikan berkas-berkas serta file-file ini untuk Yoona.. Yang lainnya masih ada di perpustakaan, kau bisa mengambilnya sendiri, kamsahamnida Jessica-sshi” ucap sonsaengnim itu sambil pergi menginggalkanku dengan file-file serta berkas-berkas yang beratnya hampir 10 kilo.

Omona! Semoga ini tidak memakan waktu yang lama, sebaiknya aku buru-buru pergi ke perpustakaan dan kerumah Yoona lalu ke rumah sakit. Semoga saja Minho tidak menungguku terlalu lama.

TUTUP MAKAN SIANG SAMPAI JAM 14.

MWO! Ya! Sekarang sudah setengah 1.. Aku musti menunggu sekitar 1 setengah jam lagi? Eottokhe? Yasudahlah, mungkin ini berkas-berkas yang sangat penting.

setengah jam sudah aku menunggu.. Tapi masih ada 1 jam lagi! Aigo.. Eottokhe??
“Jessica-sshi? Kau sedang apa?” Ucap seorang ahjusshi yang aku kenal
“Ah, Lee ahjusshi! Aku sedang menunggumu. Aku disuruh Kim sonsaengnim untuk mengambil berkas”
“Aah! Berkas-berkas untuk Im Yoon Ah? Kajja kita kedalam, aku ambilkan berkas-berkasnya.

Huft.. Untung saja dia datang lebih cepat dari dugaanku.

“Kau sudah menunggu lama yah? Haha mian Jessica-sshi.. Kami semua pergi makan siang makanya perpustakaan kami kunci.. Untung saja aku kembali untuk mengambil uangku. Hahahaha.. Uangku ketinggalan didalam tasku dan lucunya lagi tas ku… Blablabla”
Astaga! Ahjusshi ini sudah mengoceh lebih dari 30 menit! Padahal hanya mengambil berkas berapa lama?? Dia pakai cerita pula! Minho-ya.. Aku harap kamu tidak menunggulku terlalu lama.
“Mianhae ahjusshi.. Tapi aku harus segera pergi karena aku sudah ditunggu orang. Bisakah aku mengambil berkas itu?” Ucapku memotong pembicaraannya yang sudah membicarakan anak serta istrinya.
“Ah! Ne! Igo, mian membuatmu mendengarkan ceritaku Jessica-sshi”
“Gwenchana ahjusshi, aku pergi dulu ya! Annyeong hi-gyeseyo!” Teriakku sambil berlari keluar dari perpustakaan dan menuju mobilku.

Ya! Kenapa bisa macet begini?! Astaga.. Bisa-bisa ini memakan waktu 2 jam!
Sebaiknya aku menyuruh Minho untuk tidak menungguku dan segera masuk kedalam ruang inapnya, sebelum dia terlalu kecapaian dan terjadi sesuatu padanya.

Your Battery Is Drawning, Your Handphone Will Be Turn Off.

Mwo?! Sial! Eottokhe?! Minho… Aku harap kamu tidak menungguku terlalu lama.. Jebal..
End pov

Minho pov
“Suster.. Jebal.. Aku hanya ingin bermain basket!” Ucapku memohon pada suster yang ada didepanku
“Mianhajiman Minho-sshi.. Tapi kami semua tidak ada yang bisa menjagamu.. Semua suster disini termasuk aku akan segera sibuk mengurus pasien yang lain serta melakukan operasi” terang suster itu sambil merapikan alat-alat yang dipakainya untuk melakukan check up-ku.
“Jebal suster..” Mohonku lagi sambil memasang muka bersedih.
“Gurae.. Tapi! Kau harus menunggu Jessica agasshi datang kesini baru aku akan membiarkanmu bermain basket” ucap suster itu sambil tersenyum
“Jjinja?! Gurae! Aku akan mengsms Jessica noona agar datang kesini secepatnya.” Ucapku sambil meraih handphoneku.

To: Jessie noona
Noona! Cepat selesaikan kuliahmu dan kita bermain basket lagi.. Aku bosan.. Suster disini tidak membiarkanku keluar sebelum kau datang sob sob (╥_╥)

From: Jessie noona
Changkkaman.. Mungkin setengah jam lagi aku akan kesana.. kau bisa bermain dulu sampai aku datang, tapi ingat! Jangan terlalu capai dan jangan terlalu lama dimatahari, kau bisa sakit lagi! ㅋㅋㅋ

To: Jessie noona
Jeongmalyo?! Gurae noona!! Kau memang sangat baik! Aku akan menunggumu sampai kau datang.. Cepatlah datang noona.. Bermain sendiri itu tidak enak loh.

From: Jessie noona
Ne, ingat pesanku! Awas kau kalau terjadi apa-apa denganmu.

“Igo suster!! Jessica noona memperbolehkan aku untuk bermain duluan sambil menunggunya! Boleh yah! Boleh yah!” Ucapku sambil memperlihatkan sms yang tadi Jessica noona kirim kepadaku
“Gurae.. Tapi jangan terlalu lama yah Minho-sshi” ucap suster itu sambil berjalan keluar.
“Ah! Hari ini Jessica noona ulang tahun! Aku ucapkan lewat sms saja. Eh? Pending? Mungkin batreinya habis kali. Yasudahlah, dia bisa baca nanti” ucapku sambil berjalan turun kelapangan.

“Yes! Aku boleh keluar.. Lagipula musim panas itu memang sangat enak jika bermain olahraga. Daripada berada didalam kamar terus seperti orang mati yang tidak bisa ngapa-ngapain” rutukku dalam hati sambil melempar bola-bola basket ini kedalam ring.

Ini sudah lemparan bolaku yang ke 70. Mataharipun sudah mulai memanas, Jessica noona kemana sih? Mungkin dia ada urusan sebentar atau perjalanan macet jadinya dia terlambat datang.

“Minho-sshi!! Kajja kita masuk kedalam!! Kau sudah bermain selama 3 jam!” Teriak suster itu sambil menghampiriku.
“3 jam? Jeongmal?! Ah suster mengada-ada. Jessica noona belum datang. Aku sudah berjanji akan menunggu dia! Aku akan menunggu sampai dia datang. Suster masuk duluan saja. Sebentar lagi dia pasti datang kok!” Teriakku sambil terus bermain basket dan menghiraukan suster itu.
“Gurae, hanya sebentar lagi arraseo? Kalau Jessica agasshi belum datang, kau harus masuk yah!” Teriak suster itu sambil berjalan masuk kedalam gedung rumah sakit.

Shoot!! Woah! Ini sudah lemparanku yang ke 110! Daebak! Ini rekor terbesarku selama ini. Tapi.. Kenapa pandanganku mulai kabur-kabur? Rasanya kepalaku pusing sekali.. Waeyo?! Kenapa ini!!
“Minho-sshi!!” Hanya itu yang dapat kudengar sebelum akhirnya aku pingsan dan terjatuh keras ketanah.
End pov

Jessica pov
“Gomawo Sica eonni.. Maaf membuatmu kerepotan.” Ucap Yoona saat aku sampai kerumahnya.
“Ani.. Gwenchana, sepertinya ini berkas penting.” Ujarku sambil memberikan berkas-berkas itu dari mobilku.
“Tentu saja eonni! Ini adalah file-file dan berkas-berkas agar aku bisa mencoba magang menjadi suster dan juga seluruh nilai-nilai semesterku dan seluruh pengalamanku.” Terang Yoona sambil bersemangat.
“Oh.. Gurae, aku pulang dulu yah.. Hari sudah mulai gelap” ucapku sambil masuk kemobil.

Jam berapa sekarang? omo.. Sekarang sudah jam 6. Gara-gara macet tadi aku terjebak dimobil selama 2 jam! Semoga Minho tidak menungguku terlalu lama.

Badanku rasanya sangat lemas. Mungkin akibat kelelahan tadi. Ah! Handphone ku! Aku harus mengecashnya supaya aku bisa memberitahukan Minho!

20 missed call
1 new messages

Ne? Siapa yang menelfonku sampai 20 missed call? Nomornya aku tidak kenal. Coba saja aku telfon balik.

“Yoboseyo?” Ucap seorang yeoja dari nomor yang ku telfon.
“Yoboseyo? Eng.. Neo nuguya? Tadi anda menelfonku sampai 20 kali” ucapku memastikan.
“Ah!! Jessica agasshi! Ini suster dari rumah sakit! Minho-sshi! Dia pingsan lagi setelah tadi ngotot mau menunggu anda sehingga dia bermain terus selama 4 jam! Sekarang dia berada di ruang ICU, saya mohon anda bisa kerumah sakit sekarang Jessica agasshi”
Brak.
Handphoneku terbanting kelantai. Minho-ya! Babo! Kenapa kau harus menungguku selama itu! Kenapa kau tidak memikirkan kondisimu Minho-ya!!

“Rumah sakit! Iya! Aku harus kesana sekarang.” Teriakku sambil berjalan kearah mobilku.
“Sial! Bensinya habis” umpatku setelah melihat bahwa bensinya habis.

“Taxi!” Ucapku sambil menyetop taxi yang lewat
“Rumah Sakit Seoul sekarang!” Ucapku sambil duduk dengan lemas.
Minho.. semoga tidak terjadi apa-apa sama kamu.

“Suster!! Suster! Minho dimana?!” Teriakku saat masuk kedalam rumah sakit itu.
“Jessica-sshi.. Minho… Dia sudah tidak ada… Penyakitnya kambuh dan para dokterpun tidak bisa menyelamatkan dia. Mianhae Jessica-sshi.. Ini semua bukan salahmu” ucap suster itu sambil meninggalkanku.

“Andwae! Minho tidak mungkin meninggal! Dia itu anak yang kuat….” Ucapku saat melihat sesosok namja yang dulunya ceria dan hangat, sekarang menjadi diam dan dingin.
“Minho.. Mianhe.. Karena aku… Kau.. Kau meninggal.. Jongmal mianhae Minho-ya..” Ucapku sambil menangisi Minho yang sebentar lagi akan dikubur.

           RIP
               CHOI MINHO
                                God always be with you

“Sica eonni.. Kau sudah semalaman disini.. Apa kau tidak mau pulang?” Tanya Yoona sambil menenangkan aku.
“Ani.. Kau pulang duluan saja” ucapku lemah.
“Igo.. Handphonemu. Dan surat yang ditemukan oleh suster kemarin di lemari baju Minho.
“Gomapta Yoona-ya” jawabku lirih sambil mengambil handphone serta surat itu.

1 new message

From: Minho
Ah, noona! Saengil chukkhae! Kau sudah berumur 21 sekarang. Happy coming of age noona..! Aku harap kau bisa menjadi noona yang selalu ada disampingku.. Noona, aku akan menunggumu sampai kau datang.. Ppali oke? ^^

Air mataku jatuh saat aku membaca sms dari Minho.. Surat apa ini? Tadi Yoona bilang suster menemukannya di lemari baju Minho?

For: Jessica Jung

Annyeong noona..
Kalau kamu baca surat ini berarti mungkin aku sudah tidak ada didunia ini atau mungkin kamu menemukan ini saat aku tertidur hehehe..
Noona.. Kau tau, semenjak noona datang keduniaku, hidupku selalu menyenangkan noona.. Kau mengajarkan aku tentang banyak hal. Awalnya aku menyangka hidup itu menyebalkan. Setelah kau dikhianati oleh orang yang kau cintai serta orang tua yang tidak memperdulikanmu. Tetapi semuanya itu berubah semenjak noona datang. Aku jadi berani menjalani operasi dan berani menjalani hidup. Semuanya berkat noona, mungkin noona tidak tau.. Uljima noona.. Jangan menangis.. Karena jika noona menangis aku pasti akan menangis juga..
Saranghae noona.. Jeongmal Saranghae..

                                    Choi Minho

“Nado Minho.. Nado saranghae.. Semoga kau bahagia diatas sana…” Ucapku sambil menangis.

The end
——————-

Semoga ceritanya engga ngebosenin yah.. Dan tolong dicomment buat ceritanya.. Engga semua cerita di “4 Season” menyedihkan loh.. Ada yang romantis juga.. Jadi tetep tungguin 4 seasonnya yah.. Gomapsumnida!! (´▽`ʃƪ)

Advertisements

11 thoughts on “4 Season (SUMMER)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s